WIFI Corner Bagaikan Rumah Kedua


sometimes-a-house-is-not-a-home

Seharusnya saya menuliskan rumah ketiga, atau keempat. Namun mengingat kejenuhan saya di kantor (yang seharusnya lebih cocok disebut rumah utama karena saya menghabiskan hampir sembilan sampai sepuluh jam sehari di sana), dan di kampus walaupun hanya beberapa jam sehari namun memberikan kesenangan yang luar biasa (fakta bahwa saya bertemu teman-teman saya setelah seharian menanggung stress dan merasakan beban kehidupan yang teramat berat–oke, mungkin sedikit berlebihan namun terkadang berada di tengah tanggung jawab sangat tidak menyenangkan). Akhirnya daftar rumah kedua saya alihkan ke wifi corner di dekat tempat kerja saya (yang kebetulan satu wilayah).

Saya menghabiskan waktu saya di tempat ini paling sering hanya pada saat liburan atau sepulang kerja apabila tidak ada jadwal kuliah. Saya menenggelamkan diri di dunia maya, di dunia imajinasi, di dunia manapun selain realita yang terasa menyedihkan. Setelah sekitar sebulan yang lalu saya mengetahui tempat ini, saya jadi menghabiskan waktu berjam-jam di sini hingga sering kali saya pulang hampir pukul dua belas malam setiap harinya.

Tentu saja terkadang saya tidak sendiri, ada teman saya yang bekerja sebagai content writer yang menjadikan tempat ini sebagai kantornya (yah, salah satu kenikmatan menjadi pekerja lepas). Terkadang, kami memang janjian, sering juga kami bertemu secara tidak sengaja. Atau hanya saya sendirian menghabiskan waktu di tempat ini, dia pun demikian.

Yeah, it’s not exactly ideal for a second home but i feel more like home in here. I’m mostly surrounded by strangers and somehow it feels nice. They don’t care about their surroundings, so do I. They care about their own world, so do I.

So yeah, sometimes… a house is not a home.

I wish in the future i will discover my own home. May it be in the middle of nowhere, surrounded by the tress and the song birds and the windy chills or near the lake, the beach somewhere that match with my introvert personality. I will welcome it, preciously.

Sasyaa95

Advertisements

Tunjukkan gigimu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s