[BAB 2] PSIKOLOGI PERKEMBANGAN BAYI & ANAK


lifespan_logo_final_2x

“PSIKOLOGI PERKEMBANGAN BAYI & ANAK”

DISUSUN OLEH

SYATI’UL INAYAH

1511600035

JURUSAN PSIKOLOGI

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS SURABAYA

OKTOBER 2016

(Because sharing is caring)

 MASA BAYI

  • Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi secara Fisik
    1. Pola pertumbuhan

Pola pertumbuhan pada bayi baru lahir dibedakan menjadi dua;

Pola cephalocaudal (cephalocaudal pattern) adalah urutan ketika pertumbuan paling awal selalu terjadi di bagian atas—kepala—dengan pertumbuhan fisik dan diferensiasi tekstur kulit yang secara bertahap bekerja turun dari atas ke bawah.  Misalnya bahu, tubuh bagian tengah, dan seterusnya) (Pedroso, 2008).

Pola proximodistal (proximodistal pattern) adalah urutan ketika pertumbuhan dimulai dari bagian tengah tubuh dan bergerak ke arah kaki dan tangan.

 

  1. Tinggi dan berat badan

Dalam beberapa hari pertama kehidupan, kebanyakan bayi yang baru lahir kehilangan 5 hingga 7 persen berat badan mereka sebelum mereka menyesuaikan diri dengan makan melalui cara mengisap, menelan dan mencerna. Kemudian, mereka tumbuh dengan cepat, mendapatkan berat rata-rata 5 hingga 6 ons per minggu selama bulan pertama.

Pada usia empat bulan, berat bayi biasanya bertambah dua kali lipat. Pada usia satu tahun, berat bayi rata-rata tiga kali berat pada waktu lahir atau sekitar 21 pounds.

Bayi tumbuh sekitar 2,5 cm per bulan selama tahun pertama, mencapai sekitar 1,5 kali tinggi lahir mereka pada saat ulang tahun pertama mereka.

  1. Otak

Pada saat lahir, berat otak bayi yang baru lahir adalah sekitar 25 persen dari berat otak orang dewasa. Pada ulang tahunnya yang kedua, berat otak sekitar 75 persen dari berat dewasa. Namun bidang-bidang pada otak tidak matang secara seragam. Saat lahir, belahan dari korteks otak mulai melakukan spesialisasi; bayi yang baru lahir menunjukkan aktivitas listrik otak yang lebih besar di belahan otak kiri daripada kanan ketika mereka mendengarkan suara pidato (Hahn, 1987).

Otaknya bayi bergantung pada pengalaman-pengalaman untuk menentukan bagaimana koneksi dibuat (Dalton & Bergenn, 2007). Sebelum kelahiran, tampak bahwa pola gen biasanya mengarahkan pola sistem neurologis dasar. Neuron tumbuh dan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang jauh, menunggu instruksi lebih lanjut. Setelah kelahiran, aliran masuk dari penglihatan, suara, bau, sentuhan, bahasa, dan kontak mata untuk membantu hubungan saraf otak (Nelson, 2009).

  1. Tidur

Ketika kita bayi, tidur menghabiskan lebih banyak waktu kita dibandingkan saat ini (Miano dkk., 2009). Bayi-bayi yang baru lahir umumnya tidur sekitar 18 jam sehari, tetapi bayi sangat bervariasi dalam banyaknya waktu yang mereka habiskan untuk tidur (Sadeh, 2008). Rentangnya adalah sekitar 10 sampai 21 jam.

Pada masa neonatal (0-2 minggu) aktivitas tidur mencapai 80 persen. Pada usia 12 bulan siklus tidur berubah menjadi 50 persen.

  1. Nutrisi

Nutrisi sangat penting bagi perkembangan selama dua tahun pertama karena otak dan tubuh bayi sedang tumbuh pesat. Kebutuhan energi bayi dua kali kebutuhan orang dewasa sebanyak 25 persen dari total asupan kalori bayi diperuntukkan bagi pertumbuhan dan bayi memerlukan tambahan kalori untuk terus mengembangkan organ-organ yang berfungsi baik (Trahams and Pipes, 1997).

  1. Kesehatan

Di antara aspek-aspek penting kesehatan bayi adalah imunisasi dan pencegahan kecelakaan. Imunisasi telah sangat banyak meningkatkan kesehatan anak.

 

  • Perkembangan keterampilan Bayi secara motorik.
Usia Keterampilan Motorik
6 Minggu Saat tegak, kepala lurus dan stabil dan juga dapat mengangkat dagu
2 Bulan Saat condong, menopang diri dengan kedua lengan dia bisa mengangkat dada sambil tengkurap dan juga bisa berguling
3 Bulan Bayi dapat memegang kubus dan mulai memakan makanan padat.
4-5 Bulan Bayi dapat berguling dan duduk dengan bantuan.
6-7 Bulan Bayi dapat duduk tanpa dibantu dan dapat merangkak.
8 Bulan Bayi mulai mencoba berdiri dengan bantuan
9 Bulan Bayi mulai mencoba berdiri menggunakan tangannya.
11 Bulan Bayi sudah dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain dan mulai melangkah.
13 Bulan Bayi sudah dapat merangkak dan melangkah menaiki tangga.
14 Bulan Bayi sudah mulai bersemangat untuk mencoba menulis.
16 Bulan Bayi sudah mulai belajar berjalan.
18 Bulan Bayi sudah bisa naik turun tangga tanpa bantuan
23 Bulan Bayi sudah bisa meloncat di tempat
24-25 Bulan  Bayi sudah mulai dapat berlari, berjalan mundur dan berjalan berjinjit dan juga dapat mengucapkan 50-200 kata.

 

  • Perkembangan Kognitif Pada Masa Bayi

Menurut Piaget, bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan:

Sub Tahap Usia Deskripsi
Refleks sederhana Lahir-1 Bulan Koordinasi sensasi dan tindakan melalui perilaku reflektif
Kebiasaan pertama dan reaksi sirkular primer 1-4 Bulan Koordinasi sensasi dan dua jenis skema:

Kebiasaan (refleks) dan reaksi sirkular primer (reproduksi dari sebuah peristiwa yang awalnya terjadi secara kebetulan). Fokus utamanya masih pada tubuh bayi.

Reaksi sirkular sekunder 4-8 Bulan Bayi menjadi lebih terorientasi pada objek, bergerak di luar kesibukan dengan diri sendiri, mengulangi tindakan yang membawa hasil yang menarik.
Koordinasi reaksi sirkular sekunder 8-12 Bulan Koordinasi penglihatan dan sentuhan-koordinasi tangan –mata; koordinasi skema dan intensional.
Reaksi sirkular tersier, kebaruan dan rasa ingin tahu 12-18 Bulan Bayi menjadi sangat tertarik oleh banyak sifat-sifat objek dan berbagai cara mereka yang dapat membuat sesuatu terjadi pada objek tersebut; mereka bereksperimen pada perilaku baru.
Internalisasi skema 18-24 Bulan Bayi mengembangkan kemampuan untuk menggunakan symbol-simbol primitive dan bentuk representasi mental yang bertahan lama.

 

  • Perkembangan Bahasa pada Masa Bayi

Sifat Bahasa dan Bagaimana Bahasa Berkembang Pada Masa Bayi (Santrock, 2009)

Usia Rata-rata Tonggak Bahasa
Lahir Menangis
2-4 Bulan Mendenguk
5 Bulan Memahami kata-kata pertama
6 Bulan Mulai mengoceh
7-11 Bulan Perubahan dari linguis universal menjadi pendengar bahasa spesifik
8-12 Bulan Menggunakan isyarat, seperti memperlihatkan dan menunjukkan timbulnya pemahaman kata-kata.
13 Bulan Kata-kata pertama terucap
18 Bulan Semburan kosa kata dimulai
18-24 Bulan Menggunakan ujaran dua kata pemahaman bahasa yang sangat meningkat

 

  • Perkembangan Moral Pada Masa Bayi

Pada masa bayi, moral mereka masih belum berkembang. Mereka lahir dengan keadaan tanpa moral bukan berarti mereka tidak memiliki moral, namun moral itu akan perlahan-lahan tumbuh karena lingkungan dan pengasuhan yang mereka dapatkan dari lingkungan mereka.

Karena keterbatasan kecerdasan, bayi tidak dapat membedakan mana yang baik dan buruk menurut kebudayaan yang berlaku di lingkungan tinggal mereka. Namun, mereka akan menilai apakah hal tersebut baik jika hal tersebut mendatangkan kesenangan bagi mereka namun sebaliknya apabila hal tersebut memberikan kesakitan pada mereka maka mereka akan menilai hal tersebut buruk.

  • Perkembangan Pemahaman Dan Kelekatan Pada Masa Bayi

Berikut adalah empat fase kelekatan berdasarkan konseptualisasi Bowlby (Schaffer, 1996).

Usia Deskripsi
Lahir-2 Bulan Bayi secara insting langsung mengarahkan kelekatan mereka dengan sosok manusia. Contohnya: orang asing, saudara, dan orang tua sama-sama memiliki kemungkinan yang sama untuk mendapatkan senyuman atau tangisan dari bayi
2-7 Bulan Keletakan terpusat pada satu karakter, biasanya pengasuh utama seiring bayi secara bertahap belajar untuk membedakan orang yang dia kenal dari orang asing.
7-24 Bulan Kelekatan khusus berkembang. Dengan keterampilan lokomosi yang meningkat, bayi secara aktif mencari komunikasi dengan para orang yang biasanya mengasuh mereka, seperti ibu atau ayah.
24 Bulan-Seterusnya Anak-anak menjadi sadar akan perasaan, tujuan dan rencana orang lain serta mulai mempertimbangkan hal ini dalam membentuk tindakan mereka sendiri.

 

  • Perkembangan Kepribadian Pada Masa Bayi

Kepribadian dibentuk oleh tempramen dan lingkungan yang terus menerus saling mempengaruhi (106). Kepribadian pada setiap individu itu unik, tak ada satu kepribadian pun yang sama.

Masa bayi adalah masa yang paling kritis dalam perkembangan kepribadian karena disinilah fondasi awal dalam kepribadian terbentuk. Menurut penelitian, kurangnya kasih sayang yang disebabkan karena kurang diperhatikan di rumah atau di lembaga dapat mengakibatkan perubahan kepribadian.

Sifat kepribadian tertentu berubah sekalipun masih dalam masa bayi. Perubahan ini dapat berupa menguat atau melemahnya sifat yang sudah ada. Atau sifat yang secara sosial kurang baik digantikan oleh sifat sosial yang lebih baik.

 

MASA ANAK AWAL

  • Perkembangan fisik pada awal masa kanak-kanak
  1. Tinggi

Pertambahan tinggi badan setiap tahunnya rata-rata tiga inci. Pada usia enam tahun tinggi anak rata-rata 46,6 inci.

  1. Berat

Pertambahan berat badan setiap tahunnya rata-rata tiga sampai lima pon. Pada usia enam tahun berat anak harus kurang lebih tujuh kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan rata-rata beratnya 48,5 pon dan anak laki-laki 49 pon.

  1. Perbandingan Tubuh

Perbandingan tubuh sangat berubah dan ‘penampilan bayi’ tidak tampak lagi. Wajah tetap kecil tetapi dagu tampak lebih jelas dan leher lebih memanjang. Gumpalan pada bagian-bagian tubuh berangsur-angsur berkurang dan tubuh cenderung berbentuk kerucut, dengan perut yang rata (tidak buncit), dada yang lebih bidang dan rata, dan bahu lebih luas dan lebih persegi. Lengan dan kaki lebih panjang dan lebih lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.

  1. Postur Tubuh

Perbedaan dalam postur tubuh untuk pertama kali tampak jelas dalam kanak-kanak. Ada yang posturnya gemuk lembek atau endomorfik ada yang relatif kurus atau ektomorfik.

  1. Tulang dan Otot

Tingkat pengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh mengikuti hukum perkembangan arah. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat, sehingga anak tampak lebih kurus meskipun beratnya bertambah.

  1. Lemak

Anak-anak yang cenderung bertubuh endomorfik lebih banyak jaringan lemaknya dari pada jaringan lemaknya pada jaringan otot; yang cenderung mesomorfik mempunyai jaringan otot lebih banyak daripada jaringan lemak; dan yang bertubuh ektromorfik mempunyai otot-otot yang kecil dan sedikit jaringan lemak.

  1. Gigi

Selama empat sampai enam bulan pertama dari awal masa kanak-kanak, empat gigi bayi yang terakhir—geraham—muncul. Selama setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal digantikan oleh gigi tetap. Yang mula-mula lepas adalah gigi bayi yang pertama kali tumbuh yaitu gigi sari tengah. Bila masa awal kanak-kanak berakhir, pada umumnya bayi memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah di mana gigi tetap akan muncul.

  1. Otak

Saat anak-anak berusia tiga tahun, ukuran otak ¾ ukuran otak dewasa. Ketika berusia enam tahun, otak telah mencapai sekitar 95% ukuran otak dewasa (Lenroot & Gidd, 2006).

 

  • Perkembangan Motorik Pada Anak Awal
  1. Keterampilan motorik kasar

Ketika berusia tiga tahun, anak-anak gemar melakukan gerakan-gerakan sederhana, seperti melompat serta berlari ke depan dan ke belakang. Pada usia empat tahun, anak-anak masih menikmati berbagai aktivitas sejenis, namun kini mereka menjadi lebih berani. Ketika berusia lima tahun, anak-anak mengembangkan jiwa petualang yang lebih besar lagi dibandingkan ketika mereka berusia empat tahun. Mereka sudah mampu berlari kencang dan gemar berlomba dengan kawan-kawan sebaya maupun orang tuanya.

  1. Keterampilan motorik halus

Di usia tiga tahun, anak-anak sudah dapat memegang obyek baru dengan jari-jari mereka walaupun masih canggung. Mereka sudah mulai bisa menyusun potongan-potongan balok walaupun tidak beraturan. Ketika berusia empat tahun, keterampilan motorik anak sudah mulai berkembang pesat walaupun masih kesulitan menyusun balok dengan ketinggian. Pada usia lima tahun, kemampuan motorik anak akan berkembang lebih pesat dari sebelumnya. Saraf-saraf pada lengan dan kaki sudah dapat bergerak menyesuaikan dengan perintah mata.

 

  • Perkembangan Kognitif Pada Masa Anak Awal

Dalam tahapan perkembangan Kognitif menurut Piaget, pada usia 2-7 tahun, anak akan memasuki tahapan praoperasional yaitu anak-anak akan dapat melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.

 

  • Perkembangan Bahasa Pada Masa Kanak-Kanak Awal

Memahami Fonologi dan Morfologi

Ketika anak berusia 3 tahun, mereka dapat mengucapkan semua bunyi vokal dan sebagian besar konsonan.

Perubahan Dalam Sintaksis dan Semantik

Anak-anak pra-sekolah juga mempelajari dan menerapkan aturan-aturan sintaksis (Lieven, 2008; Tager-Flushberg & Zukowski, 2009). Mereka memperlihatkan kemajuan dalam menguasai aturan-aturan kompleks yang berkaitan dengan cara mengurutkan kata-kata. Masa kanak-kanak awal juga ditandai oleh adanya pemahaman mengenai semantik. Beberapa ahli menyimpulkan bahwa antara usia 18 bulan hingga 6 tahun, anak-anak kecil belajar mengenai sebuah kata baru setiap  jam (kecuali saat tidur) (Gelman & Kalish, 2006).

Kemajuan dalam Pragmatik

Dibandingkan anak usia 2 tahun, seorang anak berusia 6 tahun memiliki kemampuan bercakap-cakap yang jauh lebih baik. Mereka mulai belajar secara kultural oeran tertentu suatu percakapan dan kesopanan serta menjadi sensitive terhadap kebutuhan mengadaptasi kebutuhannya dalam berbagai situasi. Keterampilan linguistik anak-anak yang semakin baik dan meningkatnya kemampuan mengambil prespektif orang lain. Ketika berusia 4 hingga 5 tahun, anak-anak belajar mengubah gaya bicara mereka agar sesuai dengan situasinya.

Literasi Anak-anak Kecil

Suatu studi terbaru mengungkap bahwa anak-anak yang ibunya berpendidikan lebih memiliki tingkat literasi yang tinggi daripada anak-anak yang ibunya kurang berpendidikan (Korat, 2009).

 

  • Perkembangan Moral Pada Masa Anak Awal

Perkembangan Moral Anak pada masa ini masih belum maksimal dikarenakan intelegensi anak-anak masih belum pada titik dimana dia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar atau salah. Ia juga masih belum mengerti tentang konsep pernanan anggota kelompol sosial di masyarakat jadi dia masih belum mendapat dorongan-dorongan untuk mengikuti peraturan-peraturan.

Anak-anak hanya akan belajar bagaiamana bertindak tanpa mengetahui mengapa dia melakukan hal itu. Piaget menyebutkan bahwa pada masa ini anak anak akan belajar moral melalui paksaan. Ia akan belajar moral melalui sudut padandang dimana ‘salah’ adalah hal yang mengakibatkan hukuman.

Berikut adalah tahapan-tahapan moral di kalangan anak-anak menurut Piaget:

Usia Deskripsi
4-7 Tahun Anak-anak memperlihatkan moralitas heteronom (heteronomous morality). Dalam pikiran anak-anak, keadilan dan aturan-aturan dibayangkan sebagai sifat-sifat dunia yang tidak boleh berubah dan terlepas dari kendali manusia.
7-10 Tahun Ini adalah tahap transisi dari tahap moralitas heteronom dan otonom (tahap selanjutnya). Anak akan menunjukkan beberapa sikap pada tahap pertama dan beberapa tahap selanjutnya.
10 Tahun keatas Anak-anak memperlihatkan moralitas otonom (autonomus morality). Mereka menyadari aturan-aturan dan hukum-hukum yang diciptakan oleh manusia, menilai suatu tindakan, dan mempertimbangkan intensi pelaku maupun konsekuensinya.

 

  • Perkembangan Kelekatan (Hubungan keluarga/pengasuhan) Pada Masa Kanak-Kanak Awal
  1. Hubungan Orang tua-Anak

Perubahan hubungan ini terjadi pada tahun kedua seorang anak dan terjadi sangat cepat. Hubungan buruk dengan orang tua merupakan hal serius karena mengurangi perasaan aman, tetapi yang lebih parah adalah bila hubungan itu terputus akibat kematian atau perceraian. Anak yang mengalami kekurangan hubungan dengan orang tua akan mengalami trauma emosional yang hebat. Hal ini dapat dikurangi apabila anak tersebut mendapat pengganti orang tua yang tepat.

  1. Hubungan dengan Saudara

Hubungan yang menyenangkan antara bayi dan saudara-saudaranya akan mulai berkurang dalam tahun kedua kehidupan sang bayi, biasanya mereka akan mengalami pergeseran. Pergeseran ini dapat mengganggu suasana dan merusak konsep diri anak. Hubungan ini sering kali menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan pribadi dan perkembangan sosial anak.

  1. Hubungan dengan Sanak Keluarga

Ada dua kondisi dalam hubungan dengan keluarga yang mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Pertama, frekuensi hubungan. Jika tinggal di kota atau Negara yang berbeda maka hubungan antara anak dan sanak saudara akan jarang. Kedua, peran saudara sepupu adalah sebagai teman bermain, sedangkan nenek berperan sebagai pengasuh atau pengganti ibu. Hubungan yang kurang baik antara anak dengan sanak saudaranya menimbulkan dua akibat; Pertama, anak ingin menghindari hubungan dengan sanak keluarga. Kedua, kalau anak mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan dengan salah satu keluarga, ia juga cenderung menghindari semua sanak saudara yang tingkat usianya sama.

 

  • Perkembangan Kepribadian Pada Masa Anak Awal

Dengan berjalannya periode awal masa kanak-kanak, anak sbanyak berhubungan dengan teman-teman sebayanya, baik di lingkungan tetangga, di lingkunga prasekolah atau di pusat perawatan anak. Sikap dan cara teman-teman memperlakukannya mulai membawa pengaruh dalam konsep-diri, pengaruh mana dapat mendorong atau melawan dan bertentangan dengan pengaruh-pengaruh dari keluarga (43,73).

Kondisi-kondisi yang Membentuk Konsep-Diri pada Awal Masa Kanak-Kanak

  1. Cara pelatihan anak yang digunakan oleh orang tua.
  2. Cita-cita orang tua terhadap anaknya
  3. Posisi urutan anak-anak dalam keluarga
  4. Ketidaknyamanan pada lingkungan disekitarnya.

 

MASA ANAK AKHIR

Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dair usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhirnya, akhir masa kanak-kanak ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial anak.

  • Perkembangan Fisik Pada Akhir Masa Kanak-Kanak
  1. Tinggi

Kenaikan tinggi per tahun adalah 2 sampai 3 inci. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai tinggi badan 58 dan anak laki-laki 57.5 inci.

  1. Berat

Kenaikan berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi, berkisar antara 3 sampai 5 pon per tahun. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai berat badan 8.8 pon dan anak laki-laki 85.5 pon.

  1. Perbandingan Tubuh

Meskipun kepala masih terlampau besar dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, beberapa perbandingan wajah yang kurang baik menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, dahi melebar dan merata, bibir semakin berisi, hidung menjadi lebih besar dan lebih berbentuk. Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, leher menjadi lebih panjang, dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memanjang (meskipun kelihatannya kurus dan tidak berbentuk karena otot-otot belum berkembang) dan tangan dan kaki dengan lambat tumbuh membesar.

  1. Kesederhanaan

Perbandingan tubuh yang kurang baik yang sangat mencolok pada akhir masa kanak-kanak menyebabkan meningkatnya kesederhanaan pada saat ini. Di samping itu, kurangnya perhatian terhadap penampilan dan kecenderungan untuk berpakaian seperti teman-teman tanpa mempedulikan pantas tidaknya juga menambah kesederhanaan.

  1. Perbandingan Otot-Lemak

Selama akhir masa kanak-kanak, jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot yang perkembangannya baru mulai melejit pada awal pubertas. Anak yang berbentuk endomorfik jaringan lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot sedangkan pada tubuh mesomorfik keadaanya terbalik. Pada bentuk ektomorfik, tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga cenderung tampak kurus.

  1. Gigi

Pada permulaan pubertas, umumnya seorang anak sudah mempunyai dua puluh dua gigi tetap. Keempat gigi terakhir yang disebut gigi kebijaksanaan, muncul selama masa remaja.

 

  • Perkembangan Motorik Pada Masa Anak Akhir

Pada umumnya, anak perempuan melebihi anak laki-laki dalam berbagai keterampilan yang melibatkan otot-otot yang lebih halus, seperti melukis, menjahit, menganyam dan memukul palu, sedangkan anak laki-laki pandai dalam berbagai keterampilan yang melibatkan otot-otot kasar seperti melempar bola basket, menendang bola sepak dalam jarak jauh dan melakukan lompat jauh.

Kategori keterampilan motorik pada akhir masa anak-anak menurut Hurlock:

1.      Keterampilan Menolong Diri Sendiri

Anak yang lebih besar, harus dapat makan, berpakaian, mandi dan berdandan sendiri hampir secepat dan semahir orang dewasa, dan keterampilan tidak memerlukan perhatian sadar yang paling penting pada awal masa kanak-kanak.

2.      Keterampilan Menolong Orang Lain

Keterampilan menurut kategori ini bertalian dengan menolong orang-orang lain. Di rumah mencakup membersihkan tempat tidur, membersihkan debu dan menyapu; di sekolah mencakup mengosongkan tempat sampah dan membersihkan papan tulis, dan di dalam kelompok bermain mencakup menolong membuat rumah-rumah atau merencanakan lapangan basket.

3.      Keterampilan Sekolah

Di sekolah anak mengembangkan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk menulis, menggambar, melukis, membentuk tanah liat, menari, mewarnai dengan krayon, menjahit, memasak dan pekerjaan tangan dengan menggunakan kayu.

4.      Keterampilan Bermain

Anak yang lebih besar belajar berbagai keterampilan seperti melempar dan menangkap bola, naik sepeda, sepatu roda dan berenang.

 

  • Perkembangan Kognitif Pada Masa Anak Akhir

Tahapan selanjutnya pada perkembangan Kognitif pada Masa Anak akhir menurut Piaget adalah Tahap operasional konkrit (7-11 tahun)

 

Tahapan Deskripsi Proses
Pengurutan Kemampuan untuk mengurutkan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya.
Klasifikasi Kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)
Decentering Anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya.
Reversibility Anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.
Konservasi Anak mulai memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut.
Penghilangan Sifat Egosentrisme Anak mulai memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah).

 

  • Perkembangan Bahasa Pada Masa Kanak-Kanak Akhir
  1. Kosa-Kata, Tata-Bahasa, dan Kesadaran Metalinguistik.

Kemajuan dalam kosa-kata dan tata bahasa yang berlangsung selama sekolah dasar disertai dengan perkembangan kesadaran metalinguistik (metalinguistic awareness) di mana pengetahuan bahasa, seperti pengetahuan mengenai preposisi atau kemampuan mendiskusikan bunyi bahasa. Kesardaran metalinguistic memungkinkan anak-anak “memikirkan bahasa yang mereka gunakan, pemahaman mengenai kata-kata dan bahkan mendefinisikannya.” (Berko Gleason, 2009, hal. 4)

Kosa kata khusus pada akhir masa kanak-kanak menurut Hurlock:

  • Kosa Kata Etiket (menggunakan kata-kata sopan santun seperti minta tolong dan terima kasih)
  • Kosa Kata Warna
  • Kosa Kata Bilangan
  • Kosa Kata Uang
  • Kosa Kata Waktu
  • Kosa Kata Popular dan Kata-Kata Makan
  • Kosa Kata Rahasia (Kosa kata yang biasanya digunakan anak-anak untuk berkomunikasi dengan sahabatnya biasanya berisi simbol-simbol atau lambang tertentu yang hanya dipahami oleh keduanya)
  1. Membaca

Terdapat dua pendekatan yang digunakan untuk keterampilan dasar fonetik;

Whole-language approach yaitu pendekatan dalam instruksi membaca yang didasarkan pada ide bahwa instruksi seharusnya sejalan degnan proses belajar bahasa yang natural pada anak-anak. Materi yang dibaca sebaiknya menyeluruh dan bermakna.

Phonics approach adalah penekatan yang menyatakan bahwa instruksi membaca sebaiknya mengajarkan fonetik dan aturan-aturan dasar yang dipakai untuk menterjemahkan simbol-simbol tertulis ke dalam bunyi.

  1. Menulis

Anak-anak harus memperoleh kesempatan menulis yang banyak. Ketika keterampilan berbahasa dan kognitif mereka meningkat dengan instruksi yang baik, demikian pula dengan keterampilan menulisnya. Sebagai contoh, membangun pemahaman yang lebih rumit terhadap sintaks dan tata bahasa menjadi dasar bagi penulisan yang lebih baik. Demikian pula keterampilan kognitif sebagai penalaran yang logis dan teratur. Melalui untuk pelatihan di masa sekolah, para siswa mengembangkan metode-metode yang rumit untuk mengorganisasikan ide-ide mereka.

  1. Bilingualisme

Kemampuan untuk berbicara dalam dua bahasa (bilingualism) memiliki efek positif bagi perkembangan kognitif anak. Anak-anak yang fasih dalam dua ahasa performanya leih baik dibandingkan rekan-rekannya yang menguasai satu bahasa, dalam uji mengendalikan atensi, pembentukan konsep, penalaran analistis, fleksibilitas kognitif dan kompleksitas kognitif (Bialystok, 2001, 2007; Bialystok & Craik, 2010). Mereka juga lebih menyadari struktur bahasa lisan dan tertulis serta lebih baik dalam menangkap kesalahan tata bahasa dan makna, keterampilan yang berguna bagi kemampuan membaca mereka (Bialystok, 1997).

 

  • Perkembangan Moral Pada Masa Anak Awal

Menurut Piaget, antara usia lima dan dua belas tahun, konsep anak mengenai keadilan sudah berubah. Pengertian yang kaku dan keras tentang benar dan salah yang dipelajari dari orang tua, menjadi berubah dan anak mulai memperhitungkan keadaan-keadaan khusus di sekitar pelanggaran moral. Jadi, menurut Piaget, relativisme moral menggantikan moral yang kaku. Misalnya, bagi anak lima tahun, yang berbohong selalu buruk, sedangkan anak yang lebih besar sadar bahwa dalam beberapa situasi, berbohong dibenarkan dan oleh karena iu berbohong tidak selalu buruk (116).

Tahapan-tahapan perkembangan kognitif dari Piaget yang dikembangkan oleh Kohlberg dibagi menjadi tiga level dan enam tahapan;

LEVEL 1

Level Prakonvensional (Tidak ada Internalisasi)

Tahap 1

Moralitas Heteronom

Individu mencari minat mereka sendiri namun membiarkan orang lain melakukan hal yang sama. Apa yang benar melibatkan pertukaran yang adil.

Tahap 2

Individualisme, tujuan, dan pertukaran individu

Anak-anak patuh karena disuruh patuh oleh orang dewasa. Seseorang mendasarkan keputusan moralnya pada ketakutan terahadap hukuman.

 

LEVEL 2

Level Konvensional

(Internalisasi Menengah)

Tahap 3

Ekspektasi interpersonal timbal-balik, relasi dan konformitas interpersonal

Individu menilai kepercayaan, kepedulian, dan loyalitas terhadap orang lain sebagai dasar bagi sebuah penilaian moral.

Tahap 4

Moralitas Sistem Sosial

Penilaian moral didasarkan pada pemahaman mengenai aturan sosial, hukum, keadilan dan tugas.

LEVEL 3

Level Pascakonvensional (Internalisasi Penuh)

Tahap 5

Kontrak Sosial atau Kegunaan dan Hak-hak individual

Individu bernalar bahwa berbagai nilai, hak dan prinsip-prinsip perlu melandasi atau melampaui hukum.

Tahap 6

Prinsip Etika Universal

Seseorang telah mengembangkan penilaian moral yang didasarkan pada hak-hak manusia universal. Ketika dihadapkan pada sebuah dilemma antara aturan dan suara hati, maka orang itu akan mengikuti suara hati yang bersifat personal.

 

  • Perkembangan Kelekatan (Hubungan keluarga/pengasuhan) Pada Masa Kanak-Kanak Akhir

Perubahan-perubahan dalam hubungan keluarga pada akhir masa kanak kanak

Kemerosotan dalam hubungan keluarga yang dimulai pada bagian akhir masa bayi dan terus berlangsung melalui awal masa kanak-kanak, semakin mengganggu perkembangan anak dengan berjalannya akhir masa kanak-kanak. Hal ini juga menyebabkan perasaan tidak aman dan tidak bahagia.

Pengaruh yang mendalam dari hubungan anak dengan keluarga jelas terlihat dalam berbagai bidang kehidupan. Contoh yang terpenting adalah;

  1. Pekerjaan di sekolah dan sikap anak terhadap sekolah sangat dipengaruhi oleh hubungannya dengan anggota keluarga.
  2. Hubungan keluarga mempengaruhi penyesuaian diri secara sosial di luar rumah.
  3. Peran yang dimainkan di rumah menentukan pola peran di luar rumah.
  4. Jenis metode pelatihan anak yang digunakan di rumah mempengaruhi peran anak.
  5. Pelatihan di rumah mempengaruhi penggolongan peran seks.
  6. Cita-cita dan prestasi anak di berbagai bidang sangat dipengaruhi oleh sikap orang tua.
  7. Sikap kreatif atau konformistis dalam perilaku dipengaruhi oleh pelatihan di rumah.
  8. Hubungan keluarga sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kepribadian anak-anak.

 

  • Perkembangan Kepribadian Pada Masa Anak Akhir

Banyak faktor yang mempengaruhi konsep diri atau kepribadian pada anak-anak.

Menurut Hurlock, ada 9 faktor yang mempengaruhi kepribadian pada masa akhir kanak-kanak, yaitu;

  1. Kondisi Fisik
  2. Bentuk Tubuh
  3. Nama dan Julukan
  4. Status Sosial Ekonomi
  5. Lingkungan Sekolah
  6. Dukungan Sosial
  7. Keberhasilan dan Kegagalan
  8. Seks
  9. Intelegnsi

 

Daftar Pustaka:

Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Laura E. Berk. (2010). Development Through the Lifespan (Edisi kelima dari prenatal sampai masa remaja, transisi menjelang dewasa). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Santrock, John W. (2011). Life-Span Developement (Perkembangan Masa Hidup). Jakarta: Erlangga.

Santrock, John W. (2009). Masa Perkembangan Anak (Children). Jakarta: Salemba Humanika.

https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif

https://id.wikipedia.org/wiki/Tahap_perkembangan_moral_Kohlberg

Advertisements

Tunjukkan gigimu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s