I’m married to my job


thumb_COLOURBOX3183535

Iya, saya tahu ini sudah lama sekali sejak saya menulis di tempat ini. Saya masih harus membersihkan debu dan sarang laba-laba yang menghuni tempat ini selama berbulan-bulan.

Mungkin terdengar klise, tapi sepertinya saya memang sudah terlalu sibuk dengan kehidupan saya di dunia nyata. Dunia kerja.

Kadang, saya setuju dengan pernyataan salah satu rekan kerja teredekat saya: “Emang enak ya kehidupan mahasiswa, kerjaannya cuma bangun, berangkat, nongkrong, pacaran, pulang trus ujung-ujugnya minta duit ke papa. Gak perlu mikirin dikejar-kejar kerjaan, submit flat file ke Shipping line, balesin e-mail di jam-jam gila karena perbedaan waktu di Principles.” Dan muterin duit buat hidup besok. Batin saya dalam hati, tapi saya hanya tersenyum mendengar keluh-kesah rekan saya itu. Beliau memang suka mengeluh, tapi beliau memang sangat pekerja keras. Sepertinya kurang berkenan jika saya menyebutnya suka mengeluh, mungkin lebih tepat jika saya sebut selalu mengungkapkan apa yang beliau rasakan. Sangat jauh berbeda dengan saya, mungkin itu yang membuat kami jadi sangat dekat melebihi kedekatan saya dengan seluruh anggota keluarga saya.

Saya hanya memandanginya tanpa membalas apa-apa.

Beliau mungkin merasa aneh dengan kediaman saya langsung menambahi, “maksudku bukan yang sambil kerja kayak kamu. Tapi mahasiswa yang bener-bener kerjaannya cuma ngampus doang.”

Saya mengangguk mengiyakan, saya sendiri adalah Finance Staff merangkap Personalia merangkap Sekretaris Direktur, sedangkan beliau Staff Dokumen Ekspor-Impor, maklum saja jika kerjaannya menggunung dan sering pulang malam dengan alasan mengejar pekerjaan.

Jujur saja saya sendiri juga sering memikirkan hal tersebut sejak saya berusia 18 tahun, saya sudah bekerja sebagai Admin-Sekretaris di sebuah perusahaan start-up. Sekarang saya berusia 21 tahun dan masih akan melanjutkan kuliah lagi bulan September dengan jurusan Psikologi di sebuah Universitas swasta yang menerima mahasiswa setengah-setengah seperti saya. Setengah kerja setengah kuliah. Sebelumnya saya memang sudah kuliah di jurusan Bussines and Finance tapi tidak saya teruskan di tahun terakhir karena alasan ketidak cocokan dengan semuanya, atau mungkin saya memang sudah muak.

Setelah setahun tidak kuliah dan hanya bekerja kesehatan saya mulai membaik, tidak sakit-sakitan seperti dulu dan sudah jarang depresi. Saya juga belajar menikmati hidup dan mencintai diri sendiri.

Namun saya tahu, hal itu tidak boleh dibiarkan lama-lama. Saya harus sekolah karena saya ingin berubah. Saya sudah mempersiapkan diri untuk menyambut tahun ajaran baru bulan September depan dan saya berjanji pada diri saya sendiri untuk melakukan yang lebih baik dan tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang akan membuat saya gagal lagi.

Memang, perusahaan sedang mengalami krisis sejak ditinggal oleh salah satu pimpinan yang berpengaruh pada awal tahun lalu, penjualan terus menurun hingga di titik terendah dan entah bagaimana perusahaan akan survive. Saya sebagai karyawan seumur jagung yang baru dua tahun bekerja di sana merasa posisi saya terancam, namun jika memang kemungkinan terburuk harus dilakukan, saya sudah menyiapkan diri saya untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Masalah saya hanya satu, cara ngomong sama keluarga. Dari dulu hubugan saya dengan keluarga saya memang sudah kaku, dingin. Mereka mungkin menganggap seperti itulah memang sifat saya. Namun saya punya alasan kuat untuk bersikap demikian. Dan saya, tidak mau dianggap gagal dan mengecewakan. #huff #twoofmyweaknesses

Beberapa minggu yang lalu saya dikejutkan dengan panggilan mendadak oleh bos saya. Beliau menawarkan promosi jabatan, mungkin iya, mungkin tidak. Namun beliau meminta saya menggantikan Finance Manager saya yang memang kurang produktif. Iya sih, dia kerjaannya cuma nyuruh-nyuruh saya doang! Dia sendiri kerjaannya cuman facebook-an sama candy crush-an doang. Hampir semua kerjaan saya yang handle.

Beliau bilang akan mendepak karyawan yang sudah lebih dari sepuluh tahun disana, iya SEPULUH. Mungkin dua belas. Sedangkan saya baru dua tahun, bukannya lebih baik ngasi pesangon ke karyawan yang berusia baru dua tahun dari pada dua belas? Saya juga heran. Namun mungkin jika dasar pertimbangan beliau adalah produktivitas, saya sepenuhnya paham akan keputusan tersebut.

Yang menjadi masalah saya saat ini adalah, ya. Tentu saja saya mau menjadi lebih baik.

Hanya:

  1. Saya sudah mulai kuliah di bulan September, jika sekarang saja saya sudah kualahan bukan kepalang dengan kerjaan, bagaimana jika nanti?
  2. Saya merasa menjadi seorang penghianat, walaupun kadang ngeselin, sebenernya Manager saya ini orangnya baik, dia hanya malas.
  3. Saya adalah tipe orang yang sulit fokus, bagaimana jika saya tidak bisa bertahan samapai sejauh yang diharapkan? Saya membuat mereka mendepak orang dan pada akhirnya saya gagal?

Itu mungkin hanya ketakutan-ketakutan semu, namun sangat mungkin terjadi. Sangat mungkin. Usia saya baru dua puluh satu, lulusan SMK, harus berjuang untuk menghidupi diri sendiri dan membantu orang tua, terobsesi dengan pengetahuan dan berusaha untuk menjadi lebih baik (mungkin yang terbaik), akan dipromosikan sebagai Manager dalam waktu dekat.

Bingung, ketakutan, depresi, dan penuh dengan trauma masa kecil.

Akankah aku berhasil?

Will I survive?

 

 

Ps. Manager saya ini dulunya ditakutin orang sekantor (kecuali para pimpinan, tentu saja) semua karyawan yang setara atau dibawahnya sepertinya merasa terintimdasi oleh beliau, saya dulu juga begitu di awal-awal bekerja dengan beliau. Namun, seiring berjalannya waktu dia mulai berubah menjadi lebih baik. Mereka bilang sejak saya berkerja di tempat ini beliau jadi berbeda, saya sendiri tidak ingin ke GR an, mungkin karena beliau gak perlu kerja keras lagi karena ada saya yang bisa dilimpahin tugas sedangkan dia bisa bersenang-senang. Walaupun alasan saya sebenarnya karena saya ingin tahu dan ingin bisa.

Advertisements

5 thoughts on “I’m married to my job

  1. Pingback: U R MY STaerlight – Me Gusta! Booyah!

  2. Haii sasya wow krna kita seumuran i’m so proud of you udah bisa krja sma kuliah,bisa ngebagi waktu walaupun aku yakin itu ga mudah tugas kuliah aja udah banyak apa lagi kerja,kalo aku pikir kamu baru 2 tahun aja udah produktif gmna tahun2 yg akan datang mgkin bisa master kali yak wkwk,masih ada thun2 yg mndtang sya,kalo aku jd kamu sya ini hanya pendapat ya,aku nolak kali ya jd manager karna apa yg skrg aja kamu udah ribet buat segala berkas atau apapun di kantor belum lg nt pas udah kuliah,dan kalo aku jd km kelarin dulu kuliahnya smbil krja yg skrg dan kalo udah kelar kuliah jd manager jg ga masalah karna udah fokus sma kerja.mgkin itu aja sih 🙂

  3. Nikmati hidupmu sya kesempatan promosi jabatan akan datang lagi pikirkan kesehatamu dan pendidikan yg kamu idamkan.

  4. Promosi mnjd manager tu hny skl emang. Tp kl kuliah pd saat semester akhirny yg ribet sndr. Hrs cr data, smbr, referensi dll. Blm lg kl di srh perbaikan. Mnt pndt sm ortu dl. Sorry bgt nih y, kl agamau islam shalat tahajud mnt petunjuk kl non islam ngomong/onral sm pemuka agama yg mn lbh baik. Tu ja sih mnrt w.

  5. halo sasya eonni aku ikut ngoment yeah.. walaupun aku bukan royal readers diblog mu.. tp tadi ngga sngaja baca ff U R MY Starlight.. trus masuk link ini..

    kamu tuh termasuk golongan orang genius, bisa dilihat dr prestasi kk yg dpet promosi jd manager pula.. tetapi tny dlu apa kk slama ini sdh bisa bertanggungjawab akan diri kk sndiri, jika sudah pasti kk bisa lah bertanggungjawab sbg seorang manager.

    jgn terlalu kalut dg perasaan tak enak sprti itu, tkutnya nanti kk bkal tenggelam.. jika itu untuk kebaikan bersama, tdk apa2 jika harus mnyakiti satu orang..

    yang pasti mah lakukan apa yg ingin benar2 kk lakukan.. slama ini akupun msih brtnya-tnya apa yg aku cari didunia ini ? jd, saranku pun mngkin tdk bisa membantu bnyak..

    satu hal yg aku tahu..
    aku sllu melakukan apa yg ingin hatiku lakukan..

Tunjukkan gigimu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s