Fifty Years of Silence


Nah, ini adalah buku kece yang lagi saya baca. Memang, sekilas terlihat gak terlalu menarik. Secara untuk genre dan sebagainya memang bukan saya banget. Tapi, begitu saya baca dua halaman pertama, buku ini memberi saya ide cemerlang untuk menulis sebuah cerita.

Fifty Years of Silence by Jan Ruff-O’Herne

Fifty_yearsimage by: http://raniistanti.files.wordpress.com/2013/03/fifty_years.jpg

Buku ini direkomendasikan oleh dosen tercinta, ibu cantik saya 😀

Sekilas membaca judulnya, saya kira buku ini akan berkisah tidak jauh dari saudaranya ‘Fifty shade of Grey’ .—. Oh, ternyata saya salah sangka 😀

Novel ini tidak mengusung tema erotis seperti novel yang tadi saya sebutkan (kapan-kapan kalo sempat saya buatkan review) 😀

Jadi, novel ini berkisah tentang perjuangan seorang wanita belanda yang hidup di tanah Jawa pada jaman penjajahan. Nah, jangan pergi dulu. Cerita ini menguak banyak sejarah yang mungkin belum pernah terbesit di benak kalian.

Berikut sinopsisnya.

Jan Ruff-O’Herne berasal dari sebuah keluarga kolonial yang lahir di Jawa pada tahun 1923. Masa kecilnya penuh keceriaan dan kebahagiaan di daerah perkebunan pabrik gula Tjepiring, dekat Semarang, Jawa Tengah. Kebahagiaan ini harus berakhir seiring berakhirnya masa penjajahan kolonial Belanda di Indonesia ketika Jepang berhasil menyerbu Pulau Jawa tahun 1942. Bersama ibu dan kedua adiknya, Jan Ruff-O’Herne diasingkan di kamp penjara Ambarawa.

Masa-masa sulit untuk bertahan hidup dengan segala keterbatasan di kamp penjara Ambarawa dijalani Jan bersama ribuan perempuan dan anak-anak Belanda. Ketika usia Jan menginjak 21 tahun, Jan bersama tujuh orang gadis Belanda dipindahkan ke sebuah rumah bordil di Semarang untuk dijadikan budak seks para tentara Jepang selama tiga bulan. Setelah itu, mereka dipindahkan ke sebuah kamp penjara di Bogor untuk kemudian dipindahkan kembali ke kamp Kramat, Batavia. Disinilah Jan bertemu dengan Tom Ruff yang akan menjadi suaminya kelak.

Selama lima puluh tahun, Jan tidak pernah memberi tahu siapa pun tentang peristiwa yang dialaminya semasa perang tersebut. Pada tahun 1992, Jan memutuskan angkat bicara dan mendukung para korban pemerkosaan Perang Korea memohon keadilan. Jan berjuang sekuat tenaga untuk membela hak-hak kaum wanita dalam perang dan konflik bersenjata.

Nah, terdengar tidak menarik ya? /—-/

Namanya juga rekomendasian dari dosen yang berbackground ilmu hukum .—–.

Novel ini harganya murah (begitu yang di tuturkan si doi) soalnya dapet pas ada pameran buku 😀 harganya nggak sampai 2 $

Nah, bagi kalian pecinta sejarah yang pengen punya buku ini, bisa pesan di sini.. [link]

Salam sehat!

Sasyaa95

Advertisements

One thought on “Fifty Years of Silence

Tunjukkan gigimu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s