Sang Mercusuar


Renungan diri…..

OST :

Kara-Step

Hilary Duff-Someone watching over me

Siapa gue?

Gue…

Sasya… Gue rasa semua udah pada tahu…

I found myself today
Oh, I found myself and ran away
But something pulled me back
The voice of reason I forgot I had

Gue cuman ingin sekedar berbagi cerita tentang hidup gue dan masa lalu yang udah lama gue pendam. Gue selalu mengubur kisah ini, dan sekarang gue ingin membuang semuanya, semua masa lalu yang terus menghantui dan membayangi kehidupan gue.

Pertama, gue… Sasya… gadis kecil yang lahir secara normal 17 tahun silam, tepatnya pada tanggal 5 Februari 1995. Anak kedua dari 4 bersaudara.

Dulu, waktu gue kecil, katakanlah gue gak secantik kakak perempuan gue. Walaupun gitu, gue masih merasakan kasih sayang dan perhatian yang sama dari kedua orang tua gue, sampai akhirnya gue jadi anak tunggal karena kakak gue yang waktu itu masih berusia 5 tahunan lebih memilih tinggal dengan kakaknya ibu gue (apaan sih). Sejak kecil, gue gak pernah punya hubungan baik dengan kakak gue. Gue gak ngerti kenapa, tapi gue ngerasanya kehadiran gue disini itu cuman di lihat sebagai ancaman besar baginya. Dari kecil, kakak gue gak mau ngakuin gue sebagai adiknya, dan sekali lagi gue gak ngerti kenapa.

All I know is you’re not here to say
What you always used to say
But it’s written in the sky tonight

Waktu itu, gue gak terlalu mempedulikannya karena gue udah dapetin apa yang gue perluin, kasih sayang penuh dari kedua orang tua gue. Katakanlah, waktu itu gue bersyukur karena dilahirkan di keluarga yang bisa mencukupi semua kebutuhan gue bahkan lebih. Sampai pada akhirnya, saat gue berusia 7 tahun, adik gue lahir. Dan gue sadar, gue bisa ngerasain apa yang kakak gue rasain dulu. Nyesek…

Saat dulu, gue di manjain dengan berbagai kasih sayang dan semua yang dilimpahkan ke gue. Dan rasanya berbagi itu, kayak ngasi separuh hidup gue buat adek gue. Waktu itu gue masih terlalu kecil buat protes. Gue gak tumbuh seperti anak kecil lainnya yang sayang sama adiknya, berharap adiknya cepet besar dan yang lainnya. Gue enggak. Gue jadi anak pendiem sejak itu. Gak lagi suka kumpul sama keluarga gue, katakanlah gue jadi anak yang bandel sampe kedua orang tua gue lepas tangan. Gue. Gue cuma butuh perhatian yang mereka kasih ke gue seperti dulu, gak berubah. Gue gak suka, gue benci kehadiran dia.

So I won’t give up, no I won’t break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong even if it all goes wrong
When I’m standing in the dark I’ll still believe
Someone’s watching over me

Dua kali nyesek…

Itu yang gue rasain, karena ternyata… kehidupan kakak gue jauh lebih baik dibandingkan gue. Dia, meskipun tinggal sama budhe gue dia lebih beruntung karena mereka gak punya anak dan mengadopsi kakak gue. Disana dia benar-benar dimanja. Kasih sayang yang selalu gue harapin dari kedua orang tua gue, kasih sayang yang selalu gue rinduin. Sejak saat itu gue jadi menjauh dari keluarga gue, jadi anak pendiem.

Penderitaan gue gak cuma sampe disitu aja, tiga tahun kemudian, saat usia gue genap 10 tahun. Ayah gue sakit kronis, lambung. Dia terpaksa menyerahkan semua usahanya pada saudara yang sudah dipercayainya. Akhirnya, selama beberapa bulan ayah gue hanya bisa berbaring di rumah. Disatu sisi, gue seneng bisa lihat mereka lebih lama. Tapi, disisi lain gue gak tega liat kondisi ayah gue yang takkunjung membaik. Gue masih terlalu kecil untuk berpikiran dewasa.

I’ve seen that ray of light
And it’s shining on my destiny
Shining all the time, and I won’t be afraid
To follow everywhere it’s taking me

Sampe akhirnya, musibah kembali menghantam keluarga gue. Semua hasil usaha keluarga gue raib dibawa lari sama saudara ayah gue. Semua guys… dan mungkin kalian udah bisa bayangin, gimana kondisi keluarga gue waktu itu. Sementara ayah gue masih dalam tahap pengobatan. Gue. Gue masih terlalu kecil untuk menerima kenyataan bahwa keluarga gue udah bangkrut, udah gapunya apapun. Gue marah, tentu. Gue mengutuk diri gue sendiri. Plis, jangan salahin gue, gue cuman gadis kecil yang berumur tak lebih dari 10 tahun waktu itu.

Satu ucapan ayah gue yang masih teringat di kepala gue sampe sekarang, “Gak papa, uang masih bisa dicari. Yang penting, keluarga kita masih utuh, dan itu udah lebih dari cukup.” Ayah gue emang punya pikiran yang ‘terlalu’ positif kayak gue. Secara kita lahir di bulan yang sama, hehe…

All I know is yesterday is gone
And right now I belong
To this moment, to my dreams

Tapi hidup masih terus berputar. Mungkin ungkapan ini cocok buat kondisi gue waktu itu. Uang bukan segalanya. Tapi segalanya butuh uang.

Saat itu, boleh dibilang gue udah seneng, karena kondisi ayah gue berangsur membaik. Tapi, semua kekhawatiran gue terbayar sudah. Bonyok gue mutusin pergi ke luar kota buat memulai hidup dan usaha baru, selain itu juga mencari sodara ayah gue yang kabarnya kabur ke kota lain. Gue? Ibu gue bilang, gue terlalu pinter untuk ikut bersama mereka. Bersekolah di Surabaya jauh lebih baik daripada mengikuti hidup mereka yang masih belum jelas. Kalian tahu, apa yang gue pikirin saat itu? Nyesek… Pikiran bocah umur 10 tahun, gue gak butuh uang, dan segalanya. Gue butuh mereka, kehadiran mereka dalam hidup gue, sekalipun gue gak dapet kasih sayang seperti apa yang gue harapkan. Gue cuma butuh mereka, sosok mereka. Melihat mereka setiap hari udah bikin gue lega.

Namun, apa daya? Kekuatan dan rengekan gue gak cukup bikin mereka merasa iba sama gue. Sekalipun gue teriak, sekalipun gue nangis, bersujud dan memohon. Tapi keputusan sudah bulat. Mereka menitipkan gadis berusia 10 tahun pada neneknya yang tua renta dan hidup sebatang kara. Meskipun mereka berjanji akan kembali suatu saat nanti, dan tetap mengirimi uang atau sekedar menjenguk gue sebulan sekali, itupun kalo mereka sempat.

Gue marah. Tentu. Siapa yang gue salahin? Tuhan? Kedua orang tua gue? Diri gue sendiri? Atau keadaan ini?

So I won’t give up, no I won’t break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong even if it all goes wrong
When I’m standing in the dark I’ll still believe
Someone’s watching over me

Gue…

Setiap hari gue selalu pasang tampang ceria di hadapan semua temen-temen gue. Kenapa? Karena gue gak mau dikasihani sama orang lain, gue yakin gue kuat. Sasya orang yang kuat. Seperti karang yang memecah ombak. Meskipun masih kecil, sasya gak mau jadi orang yang selalu merepotkan orang lain, mengeluh dan yang lainnya. Terlebih manja. Gue selalu tersenyum, pada semuanya. Sekalipun hati sakit menahan perih, setiap kali ngeliat temen-temen seusia gue bermain-main bersama kedua orang tua mereka, meskipun hanya di taman bermain, berbagi senyum, kebahagiaan dan kehangatan yang dulunya pernah gue rasain.

Setiap kali pulang sekolah, liat temen-temen gue yang lain di jemput kedua orang tua mereka, walaupun cuma bermodalkan sandal dan payung untuk meredam terik matahari. Tapi gue pingin, seperti mereka. Kehangatan itu, yang seharusnya gue dapetin, yang seharusnya gue rasain.

It doesn’t matter what people say
And it doesn’t matter how long it takes
Believe in yourself and you’ll find
And it only matters how true you are
Be true to yourself and follow your heart

Setiap kali hasil ujian dibagikan, gue gak pernah merasa deg-degan seperti temen-temen gue yang lainnya. Karena gue yakin, sekalipun gue dapet nilai 100, mau gue tunjukin sama siapa? Gak ada, sekalipun gue selalu dipuji sama guru-guru. Gue mau cerita sama siapa? Gak ada.

Satu-satunya temen gue, cuma nenek gue, yang selalu men-support gue dan selalu ada buat gue saat gue butuh seseorang buat bersandar, menyampaikan keluh kesah sampai berbagai macam prestasi yang berhasil gue raih. Kata-kata ini bener-bener melekat di kepala gue. “Gak papa, kamu… adalah perwujudan dari apa yang selalu nenek harapin, sosok yang tegar dan selalu melihat ke depan. Masa depanmu masih cerah, kamu satu-satunya anak yang nantinya akan jadi cerminan bagi semua orang di sekitarmu.”

Gue seneng. Setidaknya ada satu orang yang sayang dan peduli sama gue.

Saat-saat paling gue benci adalah saat pembagian rapor. Gue benci. Jujur.

Pikirkan, sekalipun gue rangking 1, pada siapa gue bisa nunjukin semua itu? Gak ada.

Belum lagi, liat temen-temen gue yang padahal cuma rengking dua ato tiga terus di bangga-banggain sama kedua orang tua mereka. Hello?? Gue yang rengking satu aja biasa aja. #sinis

Lalu, temen-temen gue pada nanyain. ‘Sasya, rengking satu dapet hadiah apa?’ ato ‘Sasya, liburan kemana? Sekalian ngerayain rengking satumu.’ ato ‘Kemarin aku pergi liburan ke Bali sama mama, soalnya aku bisa dapet rengking dua.’ Helooooo???? Gue yang rengking satu aja stay at home. Bali?? Apa gak berlebihan tuh? Ato cuman ‘Aku jalan-jalan di sekitar surabaya aja, di beliin mama sepatu dan tas baru.’ Dan lain sebagainya yang bikin tingkat kesinisan gue semakin memuncak.

So I won’t give up, no I won’t break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong even if it all goes wrong
When I’m standing in the dark I’ll still believe

Yang bisa gue lakuin, senyum… ‘Selamat ya.. aku sih gak kemana-mana, buang-buang uang aja, yang penting aku bisa rengking satu dan itu udah merupakan kebanggaan tersendiri buat aku.’ Munafik. Gue juga pengen kaya kalian. Sangat. Cuma gue terlalu munafik buat ngakuin itu semua. Buat ngakuin kalo sebenernya gue iri sama mereka. Kenapa? Karena gue gak mau keliatan lemah dihadapan mereka. Enggak. Gue kuat. Sekalipun harus memendam perasaan gue yang udah berkecamuk dan mencampur aduk perasaan gue.

Gue… gadis kecil yang tak pernah jadi kecil. Yang harus dipaksakan untuk berpikiran dewasa sebelum saatnya. Gue…

Gue cuma bisa nangis, sendiri, dikamar madi, tanpa merasa takut isak tangis gue bakal kedengeran sama orang lain. Enggak.. gue gak bisa. Gue bukan gadis lemah dan cengeng, yang suka nangis padahal cuma kesandung batu. Yang suka negrengek buat dibeliin permen. Bukan.. Gue gadis kecil berusia 10 tahun yang tegar, menghadapi setiap masalah. Seperti batu karang, gue berdiri kukuh. Gue bukan batu lapuk yang mudah terkikis ombak. Gue mercusuar yang menerangi lautan kala gelap. Memberikan sinar pada nelayan yang hendak melabuhkan kapalnya. Membagikan hasil tangkapan pada keluarganya yang sudah menunggu dirumah.

Gue mercusuar… yang berdiri kokoh di tengah lautan, memberi cahaya pada mereka yang membutuhkan sinar.

 That I won’t give up, no I won’t break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong even when it all goes wrong
When I’m standing in the dark I’ll still believe
That someone’s watching over
Someone’s watching over
Someone’s watching over me
Yeah, oh, oh, someone’s watching over me

Munafikkah diriku jika kelak aku ingin menjadi seorang motivator?

Munafikkah diriku jika aku ingin menyelamatkan dunia dengan kisahku yang begitu pilu?

Munafikkah diriku jika aku berdiri tegak, mendongakkan kepala dengan bertumpu sebelah kaki yang timpang dan rapuh?

 

 

-TBC-

-Sasyaa95-

Bonus Lyric :

KARA – Step lyrics

 

Romanisation

Step it up now oh oh oh
*lalalalalalalalalalalala
lalalalalalalalalalalala

neom-eojijin anh-eul geoya seulpeum-a annyeong
chinhaejiji anh-eul geoya nunmul-a annyeong
jasin-eul midneun geoya hansum-eun geuman
ikkas gominjjeum-eun us-eumyeo bye bye
tto hanbeon deo baewoss-eo
I will never forget about U,
ye~ keojyeoss-eo nan ganghage deo nopge
o ye ye ye ye

**
Step it up step it updasi sijag-iya
tto tempoleul ollyeoseo apjilleo gallae
Just step it up step it up da bolandeus-i
keuge bollyong nop-yeo baby my babe

Repeat *

naeil-eun saeloul kkeoya gidaeleul nop-yeo
geuge saneun jaemi gat-a geunsim-eun nallyeo
nuguna gat-eul kkeoya gi juggi anh-a
jag-eun geogjeongjjeum-eun us-eumyeo bye bye
nan ganghage deo nopge o ye ye ye ye

Repeat **
nae insaeng-e seodbulli get louder
na joh-eulago geulaessgess-eo geulaessgess-eo

Rap:

One two one two stepmodu bagja-e majge
geob nael pil-yoeobs-eo ani ol geos eobs-eo modu gat-i hamkkehae

eojileobge wae sseuldeeobsneun saeng-gaghae
geuleoji malgo uli modu da step it up now
jeoldae nan dol-aboji anhgess-eo
apman bogido sigan-eun jjalb-a

Repeat **

Step it up step it up wae seodbulli get louder
tto tempoleul ollyeoseo gwaenhi geulaessgess-eo geulaessgess-eo
Just step it up step it up da bolandeus-i keuge bollyong nop-yeo baby my babe

Repeat *

English Translation

Step it up now oh oh oh
*lalalalalalalalalalalalalalalalala
Lalalalalalalalalalalalalalalalalala

I will not fall anymore. Byebye Sorrow!
I’m not close to you anymore. Byebye Tears!
I believe in myself. Stop breathing!
All kinds of trouble, just smile then bye bye
I’ve learned more again
I will never forget about U, ye~
I have grown up, stronger and fly high
Oh yeah yeah yeah yeah

**
Step it up step it up Let’s start again!
Turn up the tempo, go ahead
Just step it up step it up Show us what you got
Turn the volume up high

Repeat *

Tomorrow everything is new, get a high expectation .
Live like you happy with it and get rid all troubles
Like everyone else, you won’t die.
Smile at those small troubles and bye bye

Repeat **

My life awkwardly get louder
You said you like me so be it

Rap:
One two one two step, everyone get your rhythm
Don’t be scared, there’s nothing gonna happen ‘cause we’re all here.

Why so serious?
Don’t be like that, we’re all here. Step it up now!
I will absolutely not look back again
Look ahead, time is just short.

Repeat **

**Step it up step it up Why you so clumsy? Get louder!
Turn up the tempo, don’t be like that, don’t be like that anymore
Just step it up step it up Show us what you got
Turn the volume up high

Repeat *

Tissue? Sorri udah abis 😛

Masih ada kelanjutannya… di kisah gue part 2. Disitu kehidupan gue udah mulai berubah membaik, dimana gue udah mulai memahami apa arti hidup yang sesungguhnya seiring beranjak dewasa.

Keknya di part berikutnya bakalan lebih mengharukan, so siap-siap tissue ya 😉

Advertisements

43 thoughts on “Sang Mercusuar

  1. Pingback: Love Is Hard Part 21 « SOSHI FANFICS 9

  2. Reblogged this on SOSHI FANFICS 9 and commented:

    My Life is like mercusuar

    Munafikkah diriku jika kelak aku ingin menjadi seorang motivator?

    Munafikkah diriku jika aku ingin menyelamatkan dunia dengan kisahku yang begitu pilu?

    Munafikkah diriku jika aku berdiri tegak, mendongakkan kepala dengan bertumpu sebelah kaki yang timpang dan rapuh?

  3. Woaaaa..acakadut prasaan gw pas baca, diiringi playlist yg salah pula.. Dan krn part 2-nya blm ada, gw g mau komen aneh2 dulu ah hehe.. *lah ini apa*

    Mungkin komen gw g akan berarti sya, tapi utk part yg ini..ngeliat lo brani nulis ini, gw bs ngerasain seberapa kuatnya lo, dan g ada komen yg cukup bagus utk ngegambarin betapa kagumnya gw.. #yaelaaa #sapagueee haha smangat sya, gw yakin lo bs jd orang sukses!

  4. bahhh.. Dia nulis ini juga pada akhirnya..
    Awalnya aku kira crita kayak gitu hanya ada di sinatron sya.. Tapi trnyata km ngalamin jg..
    Jadiin pelajaran aja sya.. Seenggaknya dengan adanya kejadian itu bs bkin lbh kuat..
    Btw, bukan muna jg c jatuhnya.. Anggap aja itu persona.. Topeng kamu yg lain.. Bentuk adaptasi kamu sama keadaan..

  5. mungkin.. Kisah gue engga kalah dr kisah loe syah.. Karena gue sendiri berpisah dari kaka gue.. Tapi untung’a mereka tetep sayang ama gue.. Meski kita berbeda keluarga.. Karena sejak kecil dia ikut kaka bokap gue.. Aneh’a gue malah engga pernah akur ama bokap gue dr gue kecil.. Malah kadang terbesit dlm otak gue.. Sebener’a dia bokap gue bukan si..(curhat dikit-_-)

    Dan dr kisah loe syah.. Cukup memberi gue motifasi.. Jadi terus ajah bersemangat.. Dan berfikiran positif.. Toh engga ada salahnya kita memakai topeng demi orang-orang yg kita sayang..(ngemeng apa si gue-__-)

  6. huaaa bener.bener nyesek unn T_T
    aku bukanlah orang yang pandai dlm memberi kritik dan saran, tapi setelah aku membaca tulisan ini, yg aku tangkap ialah Unnie adlh seorang motivator sesungguhnya 🙂
    memang di dunia ini tidak ada org yg tidak memiliki masalah, karena dgn adanya masalah maka akan terbentuk pribadi yg lebih dewasa lagi 🙂
    aku bener-bener salut sama unnie 🙂
    aku yakin, dibalik ini semua Allah punya jalan cerita yg lebih indah untuk Unnie 😉
    unnie hanya perlu menunggu saatnya tiba..
    #apaan sich ne ngga nyambung banget –”
    banyak pelajaran yang dapat aku ambil setelah mengenal Unnie,, tulisan unnie telah menghipnotis aku XD
    dengan hanya membaca tulisan unnie aja, hatiku langsung setuju dengan apa yang unnie sampaikan 🙂

    TETAP SEMANGAT SASYAA UNNIE 😀
    ditunggu part 2 nya :*

    maaf yah kalo komennya gaje 😦

  7. Setiap manusia telah dtuliskan dalam takdir bukan hanya rejeki,kematian,ataupun jodoh.
    Tp kesedihan dan kebahagian jg.
    Ambil hikmah dari semua’x.

  8. Nggg sya..
    Aku speechless baca tulisan kamu ini.
    kamu ngebuat aku sadar…

    Sejujurnya keadaan keluargaku lebih baik dari kamu tapi aku selalu merasa kurang… Kamu tau? Kamu bener-bener kayak mercusuar dan bangunan kokoh lainnya, mau di terpa angin sedahsyat apapun kamu tetap mampu berdiri tegak..

    Aigooo itu beneran pas kamu 10 tahun? Se-Dewasa itu? Eiiish aku jadi malu, jujur aja, aku emang dewasa dibanding temen-temen aku, tapi kalo udah berhadapan sama orangtua aku, terutama nyokap, aku jadi manja, yeaaah aku ini masuk kategori anak mami..

    Aku bener-bener salut deh sama ketegaran kamu dan aku setuju banget kalo kamu mau jadi seorang motivator, aku dukung hehehe

    SEMANGAT SASYA !! TERUS BERJUANG DAN TETAP TERSENYUM !! *kibar bendera hehe

    • kamsahamnida 🙂 ya kan lingkungan ngebentuk sifat pribadi seseorang..
      dan lingkunganku yang memaksaku seperti itu.. hhehhe 😀
      sebenernya aku juga pengen dimanja kek kamu.. but, siapa yang mau manja aku?? yah.. semua memang sudah diatur oleh tuhan.. aku cuma bisa jalanin semua dan follow my heart 🙂

      • yap.. ikuti kata hati
        tapi sebenernya terlalu di manja itu ada nggak enaknya juga sih,, aku jadi nggak mandiri hehehe

        tetap semangat ya sya, tetaplah bersinar dengan caramu sendiri hehe

  9. sasya adek kecil manis yang baik hati,, dengan menjadikan pelajaran itu bisa membuat kamu tegar kenapa tidak, kamu adalah motivator untuk kalangan tertentu,, jangan cemas dengan semua perkataan munafik atau apapun itu. kita punya kelebihan masing-masing percayalah dengan diri kamu..

  10. Aku suka cerita hidupmu 🙂
    aku jg punya crta kelam dari kecil sampe skrg yg msh buat aku trauma & ketakutan. tp tntu saja gk aku tunjukin ke orang lain bahkan ortuku gk tau. Sama kyk alasanmu, aku gk mau di kasihani apalagi ngerepotin ortuku 🙂
    buat aku selama aku bisa nanggung semuanya sendiri, ngapain org lain hrus ikut campur? sekalipun wktu itu bisa di blg aku trlalu kecil utk ‘beban’ itu 🙂

  11. Akhirnya skrg aku bisa lbh tenang ngadepin masalah2ku tnpa ortu tau atopun org lain.
    Mgkin dalam hal ‘nangis’ aku gak bisa kyk kamu . Krna kalo di benci ato di marahin aku bisa langsung nangis. tapi kalo nangis karena masalah privatku sendiri di depan org lain aku gak mau 🙂
    itu bakal nambah masalah ! lebih baik diam dan hadapi sendiri kan?

  12. huaaaa,,,tulisannya…..
    hmmm,,aku pling gak pandai ngasih saran ato jawab prtanyaan2 kyak gni…
    tapi yang jelas,menurut aku kamu tu gak muna sama skli…aku gak bsa jelasin knapa..

    satu lagi sya,,”kelak aku ingin menjadi seorang motivator” ^^
    gak ada kata kelak,,tanpa sadar kmu tu udah jdi motivator bwat aku dari tulisan2 kmu ini… 🙂

    SASYA emang DAEBAK…….

  13. Ya Allah sya,, aku gak nyangka, orang se ceria kamu,, orang se kreatif kamu punya kisah hidup yang bikin nyesek gitu,, aku emang belum mengenal kamu, tapi setidaknya dengan membaca tulisan ini aku jadi sedikit sadar dan mensyukuri apa yang udah aku miliki selama ini…

    Aku mungkin ga ngerti gimana beratnya hidup kamu,, tapi seenggaknya aku bisa ngerasain tentang pembagian kasih sayang ke adek,, karna jujur aku juga ngerasain hal yang sama.. 😦

    Aku ikutan sedih setelah tau kehidupan kamu yang sebenernya,, dan aku sama sekali ga pernah nyangka sya,, aku salut banget sama kamu yang nggak pernah nunjukin sisi lemah kamu selama ini,, semoga Allah ngasih kamu ketabahan,, dan aku yakin kamu pasti kuat,, padahal usia kita sama,, tapi kamu mengalami cobaan yang jauh lebih berat dari aku. Thanks a lot buat sasya yang udah bikin tulisan ini,, aku jadi bisa introspeksi diri dan belajar buat mensyukuri apa yang udah aku miliki,, dan aku pasti mendoakan buat kebahagiaan kamu sya 🙂

    Dan satu lagi,, di dunia ini bukan cuma nenek kamu yang peduli sama kamu,, aku,, teman-teman kamu dan keluarga besar SONE,, semuanya peduli sama kamu,, walaupun kita ga saling kenal, walaupun kita berasal dari daerah yang berbeda, tapi kita ada di jalan yang sama,, kita sebagai sesama kpopers punya suatu ikatan yang membuat kita menjadi suatu keluarga,, jadi jangan sedih lagi ya sya 🙂

    • aku gak se-ceria itu kok, dan masalah kreatif.. amin ^^
      bersyukur emang obat yang paling mujarab… walaupun sangat sulit melakukannya…
      semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi 🙂
      kamsahae.. SONE adalah bagian dari hidupku sekarang ^^
      aku kira setelah ini, gak ada yang mau temenan sama aku. hehe 😀

      • Gamungkin lah sya,, kayak anak SD aja, masih milih2 temen 😀
        Aku kan reader setia kamu,, berarti secara ga langsung kita udah jadi temen dong,, iyakan? iya doong! 😀 hahaa (siapa gue,, ngaku2!)

        Eh betewe kita seumuran lho,, tapi kayaknya kamu jauh lebih dewasa dari aku deh -,- #envy

      • semua orang yg mau deket sama aku udh aku anggap teman kok.. soalnya, sebenernya banyak yang berpikiran negativ ttg aku.. hehe 😀
        dewasa kan relatif.. gak bisa di jadikan tolak ukur.. aku mungkin dewasa dlm pemikiran.. tapi kalo sifat.. keknya aku masih kekanak-kanakan.. hahaha 😀

  14. Annyeong,,,
    #ngikutNimbrung
    Wahh,gak nyangka dngan khidupanmu Sya,,!!
    Yah kmu emang mirip sica….!!!hhaa
    Aku kira emng ni sperti d drama”.,,!
    Tpi kmu bner” tegar,! Salut dah…

    Pngen tau slanjutnya gmna khidupan kmu,,,
    #siapinEmber

  15. ya , kisah u g beda jauh lah ma gw sya . tp keanya lbh tragis gw mnurut pemikiran gw . lo pnya adik yg hrs di bagi kasi sygnya , sdgkn gw anak bungsu aj g prnah dpt perhatian . ortu gw g tw cere ap g dan gw g prnh tw , kdg gw mkir gw kea bola . di oper klo g ke mak gw k bpak gw ato k tmpt bibi gw . dan yg mrka tw ttg gw , gw yg sebodo amat ma sekitar gw , gw yg pendiem , gw g ngiri ma tmn” gw yg dpt perhatian ma ortunya . mgkn karna rasa ksh syang buat ngerasain itu ud g ad lg . gw g ngerasain syg gw ke mak gw tp mlh ke bibi gw , gw kdg mkir apa gw anak bibi gw y . karna klo bibi gw sakit gw resah seharian , sdgkn emak gw sakit gw sebodo amat . -.-
    tmpt pelarian gw kalo kesepian itu k game online . karna di game online aj gw bsa memperkenalkan diri gw sesuai dgn apa yg gw mau . wkwkwk .
    ud dhe curcol gw . wkwkwk :p
    sry nyampah , part 2 di komen dhe ^,~

  16. udah kayak gini masih ada chap 2.
    ok sas q cuma bisa blng move on, kmu tau kan tuhan gak tidur,
    apa yg terjadi sekarang itu yg terbaik, walaupun kadang kita kecewa dg apa yg di kasih sama tuhan.

    You get some right, you get some wrong
    Although tiring there will be days to smile
    When you fall down, when you get up
    Although tiring there will be days to smile,
    eventually a day to smile will come
    eventually a day to smile will come

  17. Chinguya ! Bogoshipoyo ^^, denger ceritamu ini, Saya selaku author dari alakazamstory jadi teringat dengan masa kecil. Jadi anak kedua selalu saja ada kendala, entah itu kurang dipercaya atau gimana ya.. dulu aku sama kakak perempuanku sering perang dingin, dan itu masih membekas di ingatanku, jangankan perang dingin waktu kecil. pas waktu mau dimasukin universitas yang kakakku ga bisa masuk, sedangkan aku mau di daftarin, kakakku brontak keras sama aku, padahal itu bukan salahku, sampe jurusanku juga dibawa-bawa *kok malah curcol*

    Yang paling penting di hidup ini, ya Tuhan, Keluarga dan persahabatan, tanpa ketiga aspek ini, tentunya akan jadi sulit, FIGHTING Chingu ! ^^

Tunjukkan gigimu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s